Majukan jam sekolah, kurangi kemacetan? Proses pembodohan bangsa!

Dengan alasan untuk mengurangi kemacetan, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan untuk memajukan jam sekolah menjadi pukul 06.30 WIB dari waktu semula yakni pukul 07.00 WIB. Sungguh keputusan yang aneh memang. Apa sangkut pautnya antara kemacetan di jalan dengan jam masuk sekolah?

Jam masuk sekolah di Indonesia adalah jam masuk tercepat di dunia. Singapura, yang memiliki sistem pendidikan lebih baik dari Indonesia sejak jauh hari telah memundurkan jam masuk sekolah ke pukul 08.30 hingga 09.00 pagi dengan alasan untuk memudahkan siswa disana, agar mereka masih sempat sarapan dan menyiapkan sekolahnya dengan baik. Di Jakarta, saat waktu masuk sekolah masih pukul 07.00 WIB bisa dipastikan sebagian besar banyak yang tidak sempat untuk sarapan, apalagi bila jam masuk dimajukan, apakah ada nafsu makan yang timbul saat baru bangun tidur? Bisakah mereka menjalani proses belajar dengan rasa kantuk? Akankah mereka bisa belajar dengan efektif? Dikhawatirkan dengan dimajukannya jam masuk sekolah ini akan merusak minat belajar siswa. Sungguh, dampak pembodohan ini akan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Kemacetan di Jakarta bukan bersumber dari jam sekolah, melainkan dari jumlah kendaraan yang sudah berlebihan. Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta bukan dengan cara memajukan jam sekolah. Walaupun jam sekolah dimajukan sampai pukul 05.00 WIB, kemacetan pasti tetap akan terjadi. Kendaraan yang mengantarkan sekolah tidak akan berkurang dengan dimajukannya jam sekolah. Orangtua yang memiliki kendaraan akan tetap mengantarkan anaknya. Yang perlu diatur adalah bagaimana cara mengurangi jumlah kendaraan di Jakarta dan bagaimana agar masyarakat mau menggunakan angkutan umum. Namun hal ini juga harus diimbangi dengan penyediaan transportasi massal yang aman dan nyaman. Para pembuat kebijakan mestinya berfikir dari sudut pandang para orangtua siswa dan siswa itu sendiri, dengan begitu bisa merasakan dampak dan kemungkinan yang terjadi nantinya.

Ternyata banyak loh siswa yang gak setuju dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta ini. Kalian bisa klik disini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: