Pentingnya pendidikan!

GAZA, SENIN — Meski sudah membunuh sekitar 300 warga Gaza, serangan udara Israel tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Israel masih menghancurkan Universitas Islam Gaza dan mempersiapkan 6.500 personel pasukan cadangan untuk serangan darat.
Sejumlah saksi mengatakan, pesawat-pesawat Israel enam kali mengebom Universitas Islam Gaza, Minggu (28/12). Sebuah laboratorium hancur dalam serangan itu. Universitas ini dipilih menjadi sasaran selain gedung-gedung pemerintahan karena dianggap sebagai salah satu simbol kultural penting bagi Hamas.
Universitas itu merupakan pusat dukungan bagi Hamas yang menguasai Jalur Gaza sejak pertengahan 2006. Banyak pejabat Gaza merupakan lulusan universitas itu. Namun, seorang wartawan BBC melaporkan, para pejabat universitas itu sudah dievakuasi beberapa hari sebelumnya karena sudah memperkirakan akan menjadi sasaran serangan.
Minggu pagi, Israel juga menghancurkan sejumlah terowongan yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Terowongan itu berguna untuk menyelundupkan makanan, obat dan senjata. Terowongan itu banyak dibangun ketika Israel mengisolasi Gaza.
Seorang dokter di RS Shifa di Gaza mengatakan ratusan orang dilarikan ke rumah sakit itu dengan luka serius. Diperkirakan akan semakin banyak pasien luka dikirim ke RS itu. Namun persediaan obat, air, dan bakar di rumah sakit itu semakin tipis.
Serangan mematikan di Gaza itu dimulai pada Sabtu (27/12) pagi, sebagai balasan atas serangan roket yang ditembakkan dari Gaza. Rangkaian serangan itu muncul kurang dari sepekan setelah perjanjian gencatan Hamas dan Israel selama enam bulan berakhir.
“Kami mengejutkan Hamas. Kami menyasar markas besar Hamas, jadi ini merupakan awal dari operasi yang sukses. Saya berharap begitu, tetapi gagasan serangan ini adalah mengubah realitas di lapangan,” kata Menlu Israel Tzipi Livni kepada BBC, Minggu.
Dikabarkan pula, saat ini Israel sedang memanggil 6.500 personel tentara cadangan untuk menggelar serangan darat di Gaza. Dikhawatirkan serangan darat itu akan memakan jumlah korban lebih banyak dan semakin sulit dihentikan. Sumber: Kompas.com

Entah apa yang difikirkan oleh para pejabat Israel hingga memutuskan harus menyerang Gaza, Palestina. Dengan alasan untuk melumpuhkan Hamas, yang tak lain adalah gerakan perjuangan Palestina, Israel dengan pongahnya menghancurkan sebuah universitas dan beberapa lokasi lainnya di Gaza. Sebuah tindakan yang brutal. Lalu bagaimana para pelajar disana beraktivitas menyelesaikan studinya? Tapi mungkin memang inilah yang diinginkan oleh Israel, memutuskan dan menghilangkan sebuah pusat pengetahuan agar memuluskan jalan mereka melakukan penjajahan.

Kita di Indonesia juga pernah merasakan perihnya penjajahan selama 350 tahun. Dan itu semua terjadi karena apa? Itu semua terjadi karena mudahnya kita di pecah belah dan dibodohi. Lalu bagaimana kemerdekaan kini bisa tercapai? Disini kecerdasan dan kecerdikanlah yang bekerja. Tahukah Anda bahwa kemerdekaan yang diperoleh adalah siasat para pemimpin kita untuk mengambil alih kekosongan pemerintahan pejajah ketika itu? Disini benar-benar kecerdasanlah yang bekerja. Sudah semestinya kita sadar untuk bersatu dan mengembangkan ilmu pengetahuan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: